25 Mar 2018

Ini Kondisi Terkini Jalur Pendakian Semeru

dok. Instagram/@saverindo
(pendakiceria.com) -- Pasca ditutup pada awal Januari 2018 lalu, jalur pendakian Gunung Semeru mengalami perubahan mulai dari tanah longsor hingga banyaknya pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian. Hal ini terungkap dari postingan akun Instagram @saverindo yang sedang melakukan survei dan menceritakan kondisi terkini jalur tersebut di postingannya.

"Team survei yang terdiri dari beberapa anggota Saver dan rekan-rekan TCA (Tumpang Camp Adventure) @tumpangcamp berangkat terlebih dahulu dari Ranupani langsung menuju Kalimati, dengan menemui beberapa rintangan pohon tumbang sepanjang jalur dan tanah longsor khususnya di sekitaran Watu Rejeng dan atas Pos 3," ungkap akun volunteer Semeru tersebut.

dok. Instagram/@saverindo
"Kami juga menemukan banyak jejak dan kotoran dari beberapa jenis satwa yang bebas berkeliaran pada masa tutup pendakian," terang tim Saver yang melakukan pendakian Semeru pada 20-21 maret 2018.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk jalur menuju puncak relatif sama, hanya di awal (belakang shelter) jalurnya bertambah cukup dalam tergerus aliran air, dan di beberapa titik ditambah dan pihaknya perjelas tanda-tanda sebagai penunjuk arah. "Cuaca kebetulan sangat bersahabat dalam 2 hari perjalanan ini," ungkapnya.

"Pada saat turun dengan sekaligus membawa sisa-sisa sampah yang belum terbawa saat bersih jalur Januari kemarin, kami bertemu dengan Team Eksekutor yang terdiri dari para Petugas Taman Nasional dan para warga lokal anggota beberapa Paguyuban di Ranupani, yang membersihkan jalur dari pepohonan tumbang dan bekas longsoran, dan mereka rencananya baru akan turun hari ini (Selasa, 22/3/2018)," tukas dia.

Menurut akun tersebut, sebuah kerjasama yang nyata dari berbagai elemen dan pihaknya rasakan cukup efektif dengan strategi pembagian tugas seperti kemarin. "Semoga para pendaki semakin sadar akan keselamatan diri dan timnya dengan alat safety-nya serta semakin bertanggung jawab membawa turun sampahnya dan menghormati kearifan lokal setempat dan keanekaragaman hayati dalam kawasan," pungkas akun @saverindo.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Our Member

Advertisement