8 Jan 2018

Belerang di Gunung? Ini Penjelasannya

Ilustrasi Gunung (Dok. pendakiceria.com/Ayyfitria)
(pendakiceria.com) -- Menurut Canadian Centre of Occupational Health and Safety (CCOHS), belerang di udara bebas akan bercampur dengan Oksigen membentuk senyawa gas yang disebut Sulphur Dioxida (SO2).

Gas SO2 ini jika terhirup oleh manusia, apalagi dalam jumlah dan waktu yang lama, akan menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan manusia, antara lain:

1. Jika terhirup, akan menyebabkan iritasi parah pada saluran nafas. Orang-orang dengan penyakit asma akan sangat mudah untuk kambuh kembali. Selain itu akan menyebabkan kondisi yang disebut Reactive Airway Dysfunctional Syndrome (RADS) dimana fungsi dari pernafasan kita tidak bekerja secara tiba-tiba, dan menyebabkan kematian.

2. Jika terkena kulit, akan menyebabkan iritasi, gatal, rasa panas seperti terbakar, hingga perubahan konsistensi kulit menjadi keras. Hal ini terjadi karena kandungan sulfur yang berlebih akan mengakibatkan kulit memproduksi lapisan keratin lebih banyak sebagai respon perlindungan.

3. Jika terkena mata, akan mengakibatkan iritasi pada kornea mata. Lapisan kornea akan terkikis hingga dapat menyebabkan kebutaan.

Nah, lantas apakah bau belerang yang biasa kita hirup ketika melakukan pendakian di gunung, atau air panas yang mengandung belerang berbahaya? Jawabannya adalah tidak berbahaya karena kandungan sulfurnya masih dalam batas aman. Meski begitu, pada prinsipnya apa yang berlebihan, selalu tidak baik, jadi selama tidak terlalu sering terpapar, masih aman.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Our Member

Advertisement