7 Apr 2017

Cara Atasi dan Cegah Hipotermia

Ilustrasi (pendakiceria.com/Den Chito)

(pendakiceria.com) -- Hipotermia merupakan jenis penyakit yang wajib diwaspadai oleh para pendaki gunung. Hipotermia bisa menyerang siapa saja dan bila tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa mengakibatkan kematian.

Banyak kasus pendaki gunung yang meninggal dunia akibat hipotermia dan sayangnya orang-orang disekitarnya tidak bisa membantu banyak karena tidak tahu cara mengatasinya. Hipotermia merupakan kondisi dimana mekanisme tubuh mengalami drop dan kesulitan saat upaya pengaturan suhu tubuh dalam mengatasi tekanan suhu dingin disekitarnya.

Hipotermia dapat terjadi ketika suhu tubuh inti manusia jatuh jauh dibawah suhu tubuh normalnya. Hal ini dapat dengan mudah menimpa orang yang bila terkena angin dingin atau dalam keadaan basah yang terlalu lama. Kondisi seperti ini sering dijumpai khususnya oleh para pendaki gunung.

Adapun gejala awal penderita, saat suhu tubuh mulai menurun drastis, ialah tubuh akan terasa menggigil sebagai bentuk upaya tubuh menghangatkan diri, setelah itu tiba dimana tubuh kehilangan banyak energi, hingga batas energi penderita habis lalu memasuki fase kritis, saat-saat dimana jika tak tertolong bisa berakhir kepada kematian.

Berikut beberapa tips untuk mencegah serangan hipotermia yang dirangkum pendakiceria.com dari berbagai sumber.

1. Selalu lengkapi pendakian dengan perlengkapan sesuai prosedur pendakian, seperti jaket gunung (polar didalam, anti air dan anti angin), celana lapangan quick dry yang saat basah cepat mengering, sleeping bag, kaos kaki, sarung tangan polar, raincoat atau jas hujan.

2. Hindari kontak dengan air secara langsung. Jika hujan turun segera kenakan jas hujan, walaupun hujan yang turun tidak terlalu lebat atau masih rintik-rintik. Hujan yang rintik inilah yang seringkali menjadi penyebab terjadinya hipotermia.

3. Jangan pernah mendaki dengan menggunakan celana jeans. Celana jeans tidak diperuntukkan mendaki, pasalnya celana bahan jeans akan sangat sulit kering jika terkena basah baik oleh keringat maupun air hujan.

4. Jangan berlama-lama mengenakan pakaian basah. Pakaian basah merupakan salah satu faktor utama penyebab turunnya suhu tubuh. Ketika celana Anda basah, alangkah baiknya untuk segera mengganti dengan pakaian yang kering.

5. Pastikan tidur dalam kondisi yang hangat, minimal tidak kedinginan. Beri alas tidur dengan matras, gunakan sleeping bag, lapis tubuh dengan jaket tebal berbahan polar didalamnya, gunakan kupluk dan sarung tangan, double kaos kaki. Pastikan tidur Anda nyaman dan aman dari hawa dingin.

Sementara untuk mengatasi penderita Hipotermia ada dua kasus, yaitu penderita masih dalam keadaan sadar atau penderita sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Adapun cara mengatasinya antara lain:

Penderita dalam keaadaan sadarkan diri

1. Ganti baju basah, dengan baju kering.
Seperti disebutkan diatas, pakaian dalam keadaan basah menjadi faktor utama yang bisa membuat terkena serangan hipotermia. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering dan juga hangat. Ganti secara perlahan, harus hati-hati karena tubuh penderita sangat rentan dengan goncangan.

2. Kasih minuman hangat.
Setelah mengganti pakaian dengan yang kering dan hangat, beri penderita dengan minuman hangat. Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang seperti coklat hangat atau teh hangat.

3. Kasih makanan berkalori tinggi.
Dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan minuman manis lainnya.

4. Ajak penderita untuk bergerak.
Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Ajaklah penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.

5. Buat api unggun di sekitar.
Membuat api unggun di sekitar dilakukan untuk menangkis udara dingin di sekitar. Pastikan juga bahwa api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.

Sementara untuk mengatasi penderita Hipotermia dalam keadaan tidak sadarkan diri, yakni

1. Ganti baju basah, perlahan.
Pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering. Ingat harus hati-hati dan perlahan.

2. Masukkan penderita kedalam sleeping bag.
Cara ini dilakukan agar penderita masukkan penderita bisa merasakan kehangatan dan lapisi juga penderita dengan lapisan yg hangat, seperti jaket dan juga selimut.

3. Buka bajunya (telanjang) lalu peluk tubuhnya. kulit ketemu kulit.
Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.

4. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri.
Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara. sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri.
Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti penanganan penderita yang masih sadarkan diri.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Our Member

Advertisement