29 Mar 2017

Teknologi Ini Membantu Travelers Dalam Memotret

Mt Prau (pendakiceria.com/Rangga Pramana)

(pendakiceria.com) -- Traveling yang dulunya merupakan kebutuhan tersier kini telah menjelma menjadi gaya hidup dan bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan primer. Bahkan seiring perkembangan teknologi internet dan kamera digital, kegiatan ini pun memiliki peran penting yang membuat traveling menjadi tren.

Banyak para travelers (sebutan penggiat traveling) saat traveling, pastinya diselingi dengan foto-foto, untuk kemudian membagi hasilnya di media sosial baik itu Facebook, Twitter ataupun Instagram. Ada juga kegiatan traveling ini diikuti dengan menuliskan kisah perjalanannya dalam bentuk jurnal atau blog, hingga muncullah istilah travel blogger.

Tak sedikit para travel blogger yang memiliki kemampuan fotografi mumpuni, berkat latihan otodidak selama perjalanan. Hanya berbekal foto yang sedap dipandang dipadu dengan kelihaian bercerita melalui tulisan blog atau caption di akun Instagram, tak heran jika para travel blogger ini mampu menjaring banyak pembaca ataupun follower cukup banyak di akun pribadinya.

Dari sekian banyak jenis kamera yang ada, kamera mirrorless merupakan jenis kamera favorit bagi para travelers. Kamera ini memiliki bentuk yang ringkas sebesar kamera saku, namun memiliki ketangguhan yang sama dengan kamera DSLR. Sehingga lebih hemat tempat dan juga ringan.

Selain itu, kamera mirrorless membuat memotret human interest tidak canggung dan mudah berbaur dengan masyarakat karena tidak mencolok sebagai fotografer profesional, namun lebih dianggap seperti turis kebanyakan.

Namun, bagi Anda yang baru ingin atau sudah memiliki kamera mirrorless, ada baiknya memperhatikan beberapa aspek saat memilih kamera mirrorless. Bagian terpenting yang harus diperhatikan adalah sensor yang digunakan, karena inilah yang menentukan kualitas hasil foto.

Selanjutnya ketersediaan lensa kamera yang beragam. Walaupun untuk traveling, Anda mungkin tidak akan membawa lensa banyak. Bagian ketiga yang tak kalah penting adalah image stabilization (IS).

Adapun teknologi IS dibuat untuk mengkompensasi goyangan (shake) kamera saat kita memotret supaya fotonya lebih tajam. Secara garis besar fungsi IS berguna untuk mendapatkan hasil gambar yang stabil dan tajam ketika memotret dengan kondisi low light (yang membutuhkan slow speed) atau saat kondisi kamera terguncang ketika dalam mode video recording.

Sehebat dan semahal apapun lensa, saat kamera mengalami shake maka hasil foto akan berkurang ketajamannya.

Teknologi ini semakin penting bagi para traveller, agar mereka tidak perlu lagi membawa tripod saat bepergian. Di mana tripod yang fungsinya untuk mendapatkan hasil foto yang tajam sangat berat bobotnya dan cukup merepotkan saat perjalanan. Fungsi tripod ini tergantikan oleh IS yang saat ini sudah diterapkan oleh banyak produsen kamera.

Pada umumnya IS memiliki 2 jenis yaitu yang terdapat pada lensa (lens-based) dan pada body kamera (body-based). Nah, IS pada lensa menggunakan sebuah elemen optic tambahan yang terbatas hanya bekerja pada 2-axis saja yaitu pada sumbu x dan y. Biasanya, mereka menyematkan IS pada body kamera 3 axis, lensa 2 axis. Namun, kini teknologi IS semakin berkembang.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Our Member

Advertisement